Tipe Pemimpin Otokratik
Pemimpin yang otokratik adalah pemimpin yang menghendaki
segala kebijakan dan keputusan dari sebuah organisasi ada di tangannya. Bawahan
hanyalah sebatas pelaksana tugas atau pelaksana seluruh perintah atasan yang
bersifat harus di taati; dan tanpa ketaatan dapat dikatakan sebagai bentuk
pembangkangan. Tipe pemimpin seperti itu dikategorikan sebagai pemimpin yang
otoriter, sangat mengedepankan otoritaspribadi & egositas dirinya sebagai
penguasa organisasi.
Dampak dari sebuah kepemimpinan yang otokratik sangatlah
berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan sebuah organisasi :
1) menimbulkan sebuah rasa kebencian bawahan bilamana
terjadi ketidakadilan seorang atasan terhadap perlakuan yang berbeda diantara
bawahannya; dan berakibat pada tercerai-berainya koordinasi yang fatalnya tentu
akan membawa kehancuran bagi orgnasisai tersebut
2) menumbuhkan rasa ketakutan yang berlebihan / sebuah
bentuk pemasungan atas ide-ide kreatifitas bawahan, dan atau menumbuhkan
rasa ketakutan dalam mengungkapkan pendapat / pembunuhan karakter yang
seharusnya ini tidak terjadi bilamana idealnya sebuah organisasi menghendaki
kemajuani; serta pengabaian atas fakta / kebenaran atas penyelesaian
konflik bilamana terjadi perselisihan atau sengketa di tubuh organisasi
tersebut yang fatalnya tentu berakibat kepada adanya
pemberontakan-pemberontakan terhadap atasan, dan permusuhan diantara bawahan.
Ciri-ciri Tipe pemimpin Otokratik :
1.Tidak memiliki planing yang kuat, karena segala bidang
dicakupinya,
2.Cenderung tidak manusiawi/semena-mena, karena
memperlakukan bawahan hanya sebagai alat untuk kepentingan pribadinya
3.Cenderung lebih banyak melakukan penyelewengan atas
pelaksanaan peraturan-peraturan organisasi yang telah menjadi landasan
organisasi, karena tidak adanya control, dan lebih parahnya bilamana sampai
melakukan korupsi
Tipe
Kepemimpinan Paternalistis
Tipe kepemimpinan fathornalistis, mempunyai ciri tertentu
yaitu bersifat fathernal atau kepakan. Kepemimpin seperti ini menggunakan
pengaruh yang sifat kebapaan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan.
Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimentil.
Sifat-sifat umum dari tipe pemimpin paternalistis dapat dikemukakan sebagai berikut:
Sifat-sifat umum dari tipe pemimpin paternalistis dapat dikemukakan sebagai berikut:
·
Menganggap
bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.
·
Bersikap
terlalu melindungi bawahan dan jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya
untuk mengambil keputusan. Karena itu jarang dan pelimpahan wewenang.
·
Jarang
memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan inisyatif daya
kreasi.
·
Sering
menganggap dirinya maha tahu.
Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu
pemimpin seperti ini sangat diperlukan. Akan tetapi ditinjau dari segi
sifat-sifat negatifnya pemimpin faternalistis kurang menunjukkan elemen
kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya.
Tipe
Kepemimpinan Karismatik
sampai saat ini para ahli manajemen belum berhasil menamukan
sebab-sebab mengapa seorang pemimin memiliki karisma. Yang diketahui ialah tipe
pemimpin seperti ini mampunyai daya tarik yang amat besar, dan karenanya
mempunyai pengikut yang sangat besar. Kebanyakan para pengikut menjelaskan
mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini, pengetahuan tentang
faktor penyebab Karena kurangnya seorang pemimpin yang karismatis, maka sering
hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib
(supernatural powers), perlu dikemukakan bahwa kekayaan, umur, kesehatan profil
pendidikan dan sebagainya. Tidak dapat digunakan sebagai kriteria tipe pemimpin
karismatis.
Tipe
Kepemimpinan Demokratis
Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan
demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan
karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok
dibandingkan dengan kepentingan individu.
Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:
Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:
·
Dalam
proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia
itu adalah mahluk yang termulia di dunia.
·
Selalu
berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan
organisasi.
·
Senang
menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.
·
Mentolerir
bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar
jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif
dan prakarsa dari bawahan.
·
Lebih
menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
·
Selalu
berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
·
Berusaha
mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis, jelaslah bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin demokratis.
Tipe kepemimpinan Laissez Faire
Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur
organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Yaitu Pemimpin menghindari
kuasa dan tanggung – jawab, kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik
dalam menetapkan tujuan maupun menanggulangi masalahnya sendiri.
Gaya ini tidak berdasarkan pada aturan-aturan. Seorang pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan ini menginginkan seluruh anggota kelompoknya berpartisipasi tanpa memaksakan atau menuntut kewenangan yang dimilikinya. Tindak komunikasi dari pemimpin ini cenderung berlaku sebagai seorang penghubung yang menghubungkan kontribusi atau sumbangan pemikiran dari anggota kelompoknya. Jika tidak ada yang mengendalikannya, kelompok yang memakai gaya ini akan menjadi tidak terorganisasi, tidak produktif dan anggotanya akan apatis, sebab mereka merasa bahwa kelompoknya tidak memiliki maksud dan tujuan yang hendak dicapai. Walau begitu, dalam situasi tertentu khususnya dalam kelompok terapi, gaya kepemimpinan laissez-faire ini adalah yang paling layak dan efektif dari gaya-gaya kepemimpinan terdahulu.
Secara
garis besar, perbedaaan antara paradigma lama dan baru dilihat dari aspek-aspek
antara lain berikut ini :
a. Dari aspek tanggung jawab organisasi: paradigma lama
menitikberatkan pada pertanggungjawaban organisasi tentang lingkungan akibat
dari proses input-proses-output organisasi sedangkan pada paradigma baru
menekankan tanggungjawab pada pembangunan yang berkelanjutan.
b. Dari aspek tim manajemen: paradigma lama menekankan struktur
dan fungsi interaksi kelompok untuk mencapai sinergi sosial dalam mengelola
organisasi masing-masing, sedangkan paradigma baru menitikberatkan pada
struktur dan proses dengan pendekatan learning organization.
c. Dari aspek kepemimpinan manajemen: paradigma lama
menitikberatkan pada kapasitas individual manajer dalam memimpin, sedangkan
paradigma baru menekankan keunggulan diri manajer (self-mastery) dalam
memimpin.
Kesemua perjalananan dan
dinamika faktor-faktor organisasi tersebut baik eksternal maupun internal,
telah membawa perubahan paradigma kepemimpinan yang dinamis dan fleksibel.
Perubahan tersebut banyak menyangkut pada pembentukan mental pribadi manajer
dan pembentukan visi manajer serta organisasi.
Adapun
ciri-ciri khusus gaya kepemimpinan laissez faire yaitu:
a)
Pemimpin memberikan kebebasan penuh dalam mengambil keputusan baik secara
kelompok atau individual dengan minimum partisipasi pemimpin bahkan terkesan
acuh tak acuh.
b) Pemimpin memberikan kebebasan mutlak kepada stafnya dalam menentukan segala sesuatu yang berguna bagi kemajuan organisasinya tanpa bimbingan darinya
c) Pemimpin tidak berpartisipasi sama sekali dalam organisasi yang dipimpinnya.
d) Pemimpin memberikan komentar spontan atas aktivitas-aktivitas anggota dan ia tidak berusaha sama sekali untuk menilai atau tidak melakukan evaluasi terhadap kinerja guru.
b) Pemimpin memberikan kebebasan mutlak kepada stafnya dalam menentukan segala sesuatu yang berguna bagi kemajuan organisasinya tanpa bimbingan darinya
c) Pemimpin tidak berpartisipasi sama sekali dalam organisasi yang dipimpinnya.
d) Pemimpin memberikan komentar spontan atas aktivitas-aktivitas anggota dan ia tidak berusaha sama sekali untuk menilai atau tidak melakukan evaluasi terhadap kinerja guru.

0 komentar:
Posting Komentar